News

Steen Pedersen: Kevin adalah Penyihir!

By: admin | 2020-03-19 18:24:15


 
 

Steen Pedersen
Sumber: Badmintalk

Bagi penikmat bulu tangkis yang rutin mendengarkan komentator berbahasa Inggris di siaran BWF pasti tidak asing dengan nama Steen Pedersen. Mantan kepala pelatih tim Denmark ini kerap kali mendampingi Gill Clark di meja komentator di berbagai pertandingan bulu tangkis level elit dunia. Dengan analisisnya dan humor yang sering ia lontarkan di tengah pertandingan membuat kehadirannya selalu ditunggu oleh para penggemar. Badmintalk berkesempatan untuk berbicara banyak hal dengannya mulai dari dunia komentator hingga pendapatnya mengenai perkembangan terbaru bulu tangkis internasional.

Apa bedanya menonton pertandingan bulu tangkis sendiri dengan menonton sebagai komentator dari tribun?

"Ada perbedaan besar, ada juga perbedaan antara menonton sebagai pelatih dengan menonton sebagai individu. Anda dapat lebih menikmati pertandingan, Anda tidak harus terlalu memperhatikan apa yang terjadi. Sebagai komentator, kami harus berpikir tentang apa yang bisa menarik bagi pemirsa, bagaimana kita dapat menambah nilai pada pengalaman menonton, ini bukan hanya tentang memberi tahu apa yang akan dilakukan oleh seorang pelatih, kadang-kadang saya terperangkap dalam hal itu dan terlalu seperti pelatih. Mungkin sedikit mengenai hal tersebut dapat menarik untuk pemirsa tetapi jika terlalu banyak komentar 'dia harus melakukan ini, dia harus melakukan itu', komentar itu belum tentu menarik. Beberapa petunjuk mengenai taktik apa yang mungkin diterapkan, sehingga para pemirsa diharapkan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang terjadi dan mengapa hal itu terjadi."

Menurut Anda apa saja yang diperlukan untuk menjadi komentator yang baik? Kita telah memiliki banyak komentator dari seluruh dunia, beberapa orang merasa nyaman dengan yang satu ini, sementara yang lain berpikir bahwa yang satunya benar-benar bagus.

"Hal itu selalu sesuai dengan selera masing-masing individu. Saya juga menjadi komentator di stasiun televisi Denmark juga dan dapat dilihat bahwa mereka banyak menggunakan media sosial. Mereka menggunakan Facebook, jadi orang-orang dapat menulis pesan kepada mereka selama siaran. Orang-orang punya pendapat berbeda, beberapa suka komentator yang benar-benar menunjukkan banyak keterlibatan dengan pemirsa dan hampir bersorak untuk para pemain dari studio. Sementara yang lain lebih suka komentator yang sedikit lebih tenang, berkomentar santai, menceritakan apa yang terjadi dan sebagainya.

Tapi saya pikir yang utama adalah, Anda harus tahu tentang bulu tangkis. Anda harus paham olahraganya. Jika tidak, akan benar-benar sulit karena ada banyak seluk-beluknya menurut saya. Saya tidak tahu apakah itu sama di olahraga lain, tetapi ada contoh seperti dalam pertandingan ganda putri antara juara Olimpiade (Matsutomo/Takahashi) melawan Fukushima/Hirota kemarin (di All England 2020), menurut saya sedikit perubahan dalam kecepatan bola bisa mengubah hasil pertandingan. Hal itu tidak mudah untuk dipahami kecuali Anda pernah mencobanya sendiri. “Bagaimana itu bisa terjadi? Bentuk bolanya bukannya sama?” Dan tentu saja kita perlu tahu bahwa stadionnya tidak sama. Jadi mencoba menyampaikan seluk-beluk itu penting menurut saya untuk memberikan orang pemahaman yang lebih luas tentang mengapa kita memiliki dua pemain yang sama bermain pada suatu minggu dengan hasil tertentu, dan minggu berikutnya hasilnya sama sekali berbeda. Dan, saya pikir itu sulit jika Anda tidak familiar dengan bulu tangkis.

Kemudian, Anda harus mencoba dan menemukan keseimbangan yang baik antara keharusan memberikan informasi dan tidak berkomentar terus-menerus. Dan saya mengatakan ini, tahu betul bahwa saya sendiri kadang-kadang tidak bisa melakukannya, misalnya saya terlalu banyak berkomentar dan kemudian saya memikirkan hal ini, "Hei, tidak apa-apa jika saya diam sebentar sekarang". Ada juga kejadian yang mengharuskan saya untuk bereaksi. Jadi kesukaan terhadap olahraga ini dan pengetahuan mengenai hal tersebut menurut saya, sangat, sangat penting sebagai komentator.”

Kita telah menyaksikan banyak pertandingan, banyak pemain, dan banyak turnamen. Apakah ada pemain atau pasangan yang selalu Anda tunggu untuk dikomentari atau ada hal khusus dalam mengomentari pemain?

A: “Ada pemain yang suka saya saksikan karena sesuai dengan filosofi bulu tangkis saya. Pemain-pemain itu berubah dari waktu ke waktu, dan ada juga pemain/pasangan yang lebih mudah untuk dikomentari daripada yang lain. Semakin banyak pengetahuan yang bisa Anda dapatkan tentang para pemain, semakin banyak informasi yang didapat.

Misalnya, Gill Clark, ia melakukan banyak penelitian. Mungkin ia memiliki perpustakaan terbesar untuk hasil-hasil pertandingan bulutangkis, yang lebih besar dari media online atau apapun. Jadi, semakin banyak informasi atau pengetahuan mengenai seorang pemain yang bisa kita gunakan sebagai komentator dapat membuatnya lebih menarik. Karena saya pikir, berbeda dengan apa yang dipikirkan banyak orang, ini bukan tentang menjadi pemain yang terkuat agar terkenal. Ini tentang menjadi seorang figur dan kita telah melihatnya di olahraga lain di mana para pemain yang mungkin belum menjadi top 1-2 di dunia, namun mereka tetap sangat terkenal. Jadi ini tentang kemampuan memberikan sesuatu dari diri Anda. Ini tentang cerita-cerita para pemain dan hal itu sangat penting. Anda dapat melihat ada pemain yang berkarir di bulu tangkis yang sama hebatnya dengan yang lain namun sangat serius, berkonsentrasi penuh, dan sebagainya. Akan lebih sulit untuk membuat cerita yang menarik di sekitar mereka.

Dalam hal pemain dan gaya bermain, saya ingin melihat pemain yang bagus secara fisik, teknis, ataupun taktik. Bahkan hingga pemain yang menemukan sesuatu yang baru atau melakukan sesuatu yang tidak dilakukan pemain lain, bagi saya itu sangat bagus. Ada banyak contoh pemain Indonesia yang seperti itu, misalnya Ahsan dan Setiawan. Sebelumnya, ada banyak pemain ganda putra Indonesia yang bagus, tetapi Tony Gunawan adalah pemain yang saya suka saksikan. Bermain dan menang dengan pasangan yang tidak akan mampu memenangkan gelar tanpanya. Halim Haryanto menjadi juara dunia bersama Tony Gunawan, dan sepertinya Halim tampak tidak bisa juara dengan pemain lain. Howard Bach (USA) juga menjadi juara dunia bersama Tony Gunawan, Candra Wijaya yang juga bermain bagus bersama Sigit, memenangkan medali emas Olimpiadenya bersama Tony Gunawan. Jadi Tony jelas merupakan salah satu pemain hebat sejati.

Saya suka melihat (Lee) Chong Wei, karena gaya permainannya. Saya juga suka melihat Lin Dan, tetapi Lin Dan adalah pemain yang gaya mainnya lebih efisien. Dan mengenai rivalitas mereka, perasaan kita akan sangat mudah bersimpati dengan pemain yang kalah, yang dalam hal ini sering dialami Chong Wei. Ia adalah pemain yang fantastis, seandainya ia hadir di era lain selain eranya Lin Dan, Lee Chong Wei akan menjadi juara Olimpiade, juara dunia, dan lain sebagainya, karena ia sangat kuat. Rivalitas hebat seperti itu juga bagus untuk dilihat. Saya juga senang melihat Marin, karena ia membawa sesuatu ke tunggal putri. Ia membawa power ke sektor tunggal putri yang belum pernah ada sebelumnya.

Kevin Sanjaya
Sumber: Badmintalk

Tentu saja saya juga suka melihat Kevin Sukamuljo, karena ia itu penyihir. Ada banyak hal yang ia lakukan dengan kecepatan sangat tinggi yang tidak pernah dilakukan orang sebelumnya dan saya pikir meski dia telah sampai pada posisinya sekarang, pasti ada begitu banyak momen di mana para pelatihnya hanya menggelengkan kepala sambil berpikir, "Mengapa tidak memainkan pukulan yang mudah saja alih-alih mengambil risiko membuat error, " dan ia pastinya telah banyak melakukan error pada awalnya. Melihat permainan terbaiknya membuat olahraga lebih seperti sebuah seni. Karena ia membuatnya tampak begitu mudah dan menghibur. Dan saya suka melihat pemain yang melakukan itu, ketika Anda tahu betapa sulitnya untuk bermain dengan baik dan Anda melihat pemain yang membuatnya terlihat mudah. Momota juga membuat permainannya tampak mudah ketika dia bermain.

Saya juga ingin melihat kemunculan Chen Yufei, karena dia adalah pemain yang secara teknis atau fisik tidak terlalu menonjol jika orang hanya membahas sekilas tentang pemain terbaik atau semacamnya. Tetapi keterampilannya secara taktis dalam menyesuaikan cara mainnya dengan strategi lawannya sedikit mengingatkan saya tentang Morten Frost. Selain itu masih ada juga pemain kuat lainnya yang mengeksploitasi kelemahan lawan atau mengeksploitasi kekuatan mereka.”

Anda menyebutkan tentang Gill Clark sebagai salah satu perpustakaan terbaik di dunia bulu tangkis. Dia dikenal memiliki banyak data, statistik, dan fakta tentang bulu tangkis. Ini telah membawa kehidupan baru ke bulutangkis, karena kita jarang melihatnya di media. Seberapa penting apakah statistik dan data dalam bulu tangkis?

"Saya pikir statistik harus menjadi bagian dari cerita di pertandingan, harus menjadi bagian dari sesuatu yang penting dalam pertandingan. Sayangnya tidak ada yang benar-benar merekam statistik-statistik tersebut kecuali Gill, dalam kegiatan sebagai komentatornya selama bertahun-tahun. Sangat sering dijumpai statistik yang menceritakan latar suatu pertandingan, tetapi Anda juga harus dapat menafsirkan statistik tersebut. Hal itu penting menurut saya dan itu juga bermanfaat dalam diskusi tentang bulu tangkis. Hal tersebut juga dapat menciptakan sebuah figur dalam pertandingan. Jika kita tidak ingin membahas statistik, lalu apa nilainya? Jika kita tidak ingin berbicara tentang statistik bulu tangkis, maka itu semuanya tak ada bedanya. Dan itu hal terburuk yang dapat Anda rasakan sebagai pemain bahwa permainan Anda tak ada bedanya, Anda bermain di stadion dan tidak ada yang ingin menonton. Akan sangat sulit untuk mendapatkan inspirasi.

Saya juga penggemar berat American Football, di mana semuanya adalah statistik. Anda bisa mendapatkan informasi rekor Brett Favre, quarterback dari Green Bay Packers, ketika suhu di pertandingan sedang minus 4 derajat. Jadi di sana mereka seperti orang gila statistik. Saya sangat menikmati akun BadmintonStats di Twitter, saya tidak mengenalnya secara pribadi tetapi ia pernah melakukan beberapa statistik tentang servis, salah satunya mengenai berapa banyak poin yang dimenangkan dalam kondisi sedang melakukan servis. Karena banyak sekali pemain yang di saat mereka memenangkan lemparan koin, mereka memilih untuk servis. Hal ini sedikit tak masuk akal karena tidak ada statistik yang mendukung bahwa memilih servis adalah sebuah keuntungan. Mungkin sedikit di tunggal putri dan tunggal putra, karena itu lebih dari 50 persen. Untuk mengetahuinya secara tepat kita juga harus memiliki statistik pada reli pertama dalam pertandingan. Kami tidak memiliki statistik tersebut, tetapi ini menunjukkan bahwa harus memilih servis terlebih dahulu adalah pilihan yang salah.

Dan kita telah membahas, Gill dan saya, ketika kita berada di TV, mengapa ketika kondisi lapangan berbeda di setiap sisi lapangan, para pemain memilih sisi tertentu. Kadang-kadang mereka memilih untuk servis atau memilih untuk menerima bola, yang pada dasarnya tidak masuk akal. Saya tidak tahu apakah Gill adalah tipe pemain yang cakap secara taktik, tetapi saya tahu dari masa-masa saya sebagai pemain nasional tingkat kedua di Denmark, pemahaman taktis sayalah yang membuat saya terus bertahan.”

Berbicara tentang bulutangkis secara umum sekarang, ada sedikit pergeseran penguasa bulu tangkis. Jepang sedikit di atas tahun lalu tetapi sekarang ini mulai kembali ke Tiongkok lagi. Apa pendapat Anda tentang perubahan ini?

"Saya setuju bahwa Tiongkok telah bangkit kembali, yang sebenarnya sudah dikatakan Li Yongbo pada periode di mana Jepang mulai mengejar Tiongkok. Dia mengatakan bahwa sangat normal ketika Anda memiliki bintang besar, dan ketika mereka pensiun, dibutuhkan waktu untuk pemain muda untuk menembus persaingan. Ada beberapa perubahan signifikan dalam susunan kepelatihan Tiongkok karena hasilnya belum tampak. Zhang Ning telah dipecat dari posisi pelatih tunggal putri karena mereka tidak berhasil memenangkan Piala Uber. Mereka memiliki periode penurunan yang dimulai jauh sebelum itu, yang sebenarnya dimulai setelah Olimpiade 2012. Menurut saya, Zhang Ning harus diberikan banyak kredit untuk pengembangan Chen Yufei.

Para pemain bintang Tiongkok telah dominan untuk waktu yang sangat lama sehingga kita sering lupa bahwa sebelum mereka menjadi bintang, ada sedikit celah dalam dominasi Tiongkok. Dan kali ini Jepang yang mengejutkan beberapa orang muncul sebagai penantang dominasi tersebut. Apresiasi kepada Park Joo Bong dan pelatih lainnya di tim Jepang untuk pekerjaan yang telah mereka lakukan di sana. Saya tidak berpikir itu semua kebetulan, saya pikir jika Anda memiliki kepemimpinan yang kuat, mempekerjakan pelatih yang baik, membuat sistem yang baik, pada akhirnya Anda akan mendapatkan pemain yang baik. Sistem seperti ini rentan dan tidak perlu banyak waktu untuk meruntuhkan semuanya. Jika Anda memperlakukan sistem yang ada dengan salah dalam satu atau dua tahun, semuanya hilang dan kembali ke nol lagi. Itu bagian yang sulit di bulu tangkis, butuh waktu begitu lama untuk membangun tetapi butuh sekejap untuk meruntuhkan semuanya.

Jadi saya pikir, kini orang-orang memandang ke Jepang dan berkata, "ini tim yang harus kita hadapi, jadi apa yang akan kita lakukan?" Tapi saya juga berpikir mungkin Jepang dalam beberapa kasus mungkin menunjukkan kekuatan sedikit terlalu awal. Mereka mungkin memenangkan gelar ganda putri di Olimpiade Tokyo tetapi bisa juga Korea atau Tiongkok atau negara lainnya, karena mereka yang menetapkan standar permainan dan negara yang lain memiliki kesempatan untuk menonton video mereka dan mengejar ketertinggalan.”

Bagaimana dengan Indonesia? Kita telah melihat peningkatan ganda campuran Jordan/Oktavianti, juga dengan tunggal putra, apakah Anda pikir Indonesia mulai mengejar ketertinggalan?

"Tentu saja. Ganda putra Indonesia selalu menjadi penguasa dan masih seperti itu. Mungkin jika ada kompetisi antar ganda putra dengan tiga pertandingan, tim lapis kedua Indonesia masih akan menjadi tim yang kuat karena ada begitu banyak pemain bagus.

Untuk ganda campuran, pasti sangat menenangkan bahwa setidaknya ada tiga pemain ganda campuran yang bagus di Indonesia. Praveen Jordan dan Melati Oktavianti, sekarang mudah saja untuk menyebut Praveen Jordan karena dia pemain yang sangat spektakuler. Tapi kemarin (di semi-final All England), Oktavianti bermain sangat baik, sangat solid, tahu persis apa yang harus dilakukannya dan melakukan pekerjaannya dengan sempurna. Sedangkan Praveen Jordan, dia bisa naik-turun. Tahun lalu, selain di All England 2019, mereka tidak pernah kalah di semifinal, selalu masuk final atau keluar sebelum semifinal. Pesaing yang sangat kuat di ganda campuran.

Ada juga (Hafiz) Faizal dan (Gloria Emanuelle) Widjaja, ada perkembangan yang hebat pada mereka karena saya merasa bahwa Gloria Widjaja sebenarnya bukan pemain ganda campuran wanita pada umumnya. Mereka juga mengembangkan gaya mereka sendiri dan itulah yang saya pikir Indonesia sangat ahli dalam melakukannya, mereka pandai menemukan gaya yang tepat untuk para pemain mereka baik itu ganda putra, tunggal putra atau ganda campuran.

Saya pikir mereka lebih banyak kesulitan di sektor putri, ada penurunan di sana. Saya tidak yakin bahwa pemain-pemain saat ini akan dapat menantang lawan di level tertinggi. Saya ingin melihat mereka mampu untuk melakukan hal tersebut, tetapi saya pikir itu harus dimulai pada kelompok yang lebih muda. Anda harus membangun sektor itu dari sana, seperti apa yang kita lihat di Jepang dengan Park (Joo Bong), ketika dia datang ke Jepang dia mulai bekerja dengan banyak pemain dan menciptakan hasil yang lebih baik. Itulah para pemain yang sekarang bekerja sebagai pelatih untuk pemain lain yang lebih berbakat daripada mereka sendiri ketika mereka masih muda. Dan mereka kini adalah pemain-pemain yang mampu memenangkan turnamen dan gelar untuk Jepang. Saya pikir Indonesia harus menggali lebih dalam di tunggal putri dan ganda putri. Saya belum memiliki pengetahuan yang kuat tentang sektor itu tetapi sepertinya para pemain saat ini, dari gaya main mereka saat ini, ada terlalu banyak celah dalam permainan mereka."

(GS/BT)

News