News

Pria Ini Sempat Meninggal Dua Kali Saat Bermain Bulutangkis

By: admin | 2017-05-02 15:34:18


 
 

Peter Venter 1
Sumber: www.liverpoolecho.co.uk

Badmintalk.com - Peter Venter (63), pria paruh baya yang gemar bermain bulutangkis dicatat sempat meninggal dua kali saat bermain bulutangkis di sebuah pusat kebugaran dan olahraga bernama Knowsley Leisure and Culture Park, Liverpool, Inggris. Seperti dilansir situs "liverpoolecho," Peter yang rutin bermain bulutangkis tiap minggu itu beruntung karena pada saat kejadian tersebut, beberapa perawat rehabilitasi jantung sedang siaga untuk memberikan penyuluhan kesehatan.

Awal mulanya, Peter sedang akan melakukan servis, namun ia merasa ada yang aneh dengan tubuh bagian belakangnya. Kemudian Peter tidak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit. “Yang aku ingat, aku berkata pada rekan bermainku bahwa itu adalah gilirannya untuk melakukan servis, namun dia tetap ngotot bahwa itu adalah giliranku,” jelas Peter.

Keadaan di lapangan gaduh. Beruntung perawat rehabilitasi jantung cepat tanggap dan segera menangani Peter. Menurut Peter Cox, Assistant Facility Manager pusat kebugaran Knowsley, nadi Venter sempat berhenti dan tidak bernafas. Kemudian para perawat rehabilitasi jantung langsung melakukan CPR (resusitasi jantung paru-paru—pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti nafas tanpa alat). Karena CPR tidak mempan, para perawat tersebut dengan sigap meletakkan alat setrum jantung di bagian dada Peter dan akhirnya ia dapat bernafas kembali.

“Saya merasa sangat segar ketika bangun, rasanya beban berat saya seperti diambil begitu saja,” ujar Peter. Dia juga mengucapkan terimakasih yang tulus kepada semua orang yang telah membantunya hingga dia mendapat kesempatan kedua untuk hidup kembali.

Menurut salah satu perawat, Lisa Devitt, mereka langsung melakukan tindakan secepat mungkin saat mengetahui ada yang pingsan di lapangan.

Peter Venter 2
Sumber: www.liverpoolecho.co.uk

Kini, Peter sudah kembali bermain bulutangkis di pusat kebugaran dan olahraga Knowsley di Liverpool, dan para perawat rehabilitasi jantung yang sama juga masih bertugas di sana.

(Johannes Natanael Sianturi/BT)

News