News

Mulyo Handoyo Akan(kah) Antar Pemain Tunggal India Sabet Emas Tokyo 2020?

By: admin | 2017-06-30 20:36:44


 
 

Badmintalk.com – Kesuksesan Srikanth Kidambi menjuarai Indonesia Open Superseries Premier dan Australian Open Superseries 2017 menjadi sinyal kebangkitan tunggal putra India. Srikanth mencatatkan diri sebagai tunggal putra India pertama yang sukses menjadi kampiun di dua turnamen level superseries beruntun. Sebelumnya, tunggal putri kenamaan India, Saina Nehwal sudah pernah mencapai hasil serupa di turnamen Singapore Open dan Indonesia Open 2012.

Selain itu, Srikanth juga mencetak rekor baru sebagai tunggal putra yang berhasil mencapai babak final tiga turnamen superseries beruntun. Sebelum menang di Indonesia dan Australia, Srikanth juga tembus babak final Singapore Open Superseries meskipun harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari kompatriotnya, B. Sai Praneeth. Ia bergabung bersama tunggal putra elit dunia lainnya seperti Lee Chong Wei, Lin Dan, Chen Long, Bao Chunlai, dan Sony Dwi Kuncoro yang sama-sama pernah menapaki tiga final ajang superseries beruntun.

Hasil yang diraih Srikanth tentu menjadi torehan prestasi tersendiri bagi sektor tunggal putra India. Kini, Srikanth telah kembali masuk ke peringkat 10 besar setelah sekian lama terlempar dari posisi tersebut karena cedera yang memaksanya absen di banyak turnamen. Selain Srikanth, tunggal putra India lainnya juga mencatatkan hasil yang cukup memuaskan di paruh awal musim 2017 ini. Ada Sameer Verma yang pada bulan Januari sukses keluar sebagai kampiun di kandang sendiri. All Indian men’s singles final terjadi di turnamen Syed Modi International Badminton Championships 2017 antara Sameer dan Praneeth. Kala itu, Sameer yang berhasil menjuarai turnamen kelas Grand Prix Gold (GPG) tersebut.

Gagal menuntaskan laga final di India GPG, di luar dugaan, Praneeth justru berhasil menjuarai turnamen superseries pertamanya di Singapore Open setelah mengalahkan Srikanth di babak final. Praneeth kembali masuk babak final turnamen GPG di Thailand. Berjumpa tunggal putra muda Indonesia, Jonatan Christie, Praneeth sukses meraih gelar keduanya tahun ini.

Selain nama-nama di atas, H. S. Prannoy juga mencuri perhatian pada gelaran BCA Indonesia Open Superseries Premier tahun ini. Bagaimana tidak, Prannoy membuat kejutan dengan mengalahkan peraih medali perak dan emas Olimpiade Rio 2016 secara beruntun di turnamen yang dihelat di Jakarta Convention Center tersebut. Di babak kedua, ia menang dengan cukup mudah dari tunggal putra terbaik Malaysia, Lee Chong Wei. Di babak perempat final, Prannoy mengandaskan andalan Tiongkok, Chen Long. Meskipun pada akhirnya kalah di babak semifinal dari pemain Jepang, Kazumasa Sakai, namun pencapaian dan performa Prannoy patut mendapatkan kredit tersendiri.

 

Efek Mulyo Handoyo?

Jika diamati, ada pemandangan yang menarik dari perjalanan tunggal putra India akhir-akhir ini. Ada sosok yang berperan di balik semakin membaiknya performa Srikanth, Praneeth, Prannoy, dan tunggal putra India lainnya. Dia lah Mulyo Handoyo yang mencuri perhatian para pecinta bulutangkis, khususnya di Indonesia. Pelatih dari Indonesia ini ternyata sejak bulan Februari 2017 telah resmi dikontrak Sports Authority of India (SAI) setelah sejak akhir 2016 sudah mulai dipinang. Sebelumnya, Mulyo juga hampir melatih di pusat pelatihan nasional (pelatnas) Cipayung Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), namun setelah melalui proses “tawar-menawar” dan “tarik-ulur” yang panjang, Mulyo menjatuhkan pilihannya untuk melatih di India.

Tak tanggung-tanggung, Mulyo dipercayai menjadi pelatih kepala sektor tunggal India mulai dari kelompok pemula, kelompok di bawah 15 tahun, hingga pemain senior. Saat ini ia menangani sebanyak 27 tunggal putra dan putri. Dari empat lokasi pelatnas di India, Mulyo diberi tanggung jawab untuk bertugas di Hyderabad, kota yang tak hentinya melahirkan pebulutangkis kelas dunia seperti Saina Nehwal, P. V. Sindhu, Kashyap Parupalli, hingga Srikanth yang saat ini tengah ditangani Mulyo. Kini, Mulyo menjadi tangan kanan pelatih kepala tim nasional India, Pullela Gopichand dan dipercaya untuk “memegang” tunggal putra dan putri terbaik yang dimiliki India saat ini.

Figur yang sukses mengantarkan Taufik Hidayat meraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini terlihat sangat semangat dan antusias mendampingi tunggal putra dan putri India di beberapa turnamen belakangan ini. Saat gelaran Sudirman Cup 2017, Mulyo juga tampak serius mendampingi Sindhu hingga menyumbangkan poin bagi India. Pun saat Sindhu menjuarai India Open Superseries 2017, Mulyo merupakan sosok yang juga berada di belakang Sindhu memberikan arahan dan motivasi terbaiknya kepada tunggal putri terbaik India itu.

P. V. Shindu
Sumber: jawapos.com

Yang paling tampak dengan sangat jelas adalah saat Mulyo berada di belakang Srikanth dalam dua turnamen superseries terakhir. Baik di Indonesia maupun Australia, Mulyo terlihat sangat bergairah memberikan arahan dan motivasi kepada Srikanth. Mendampingi Srikanth hingga keluar menjadi yang terbaik di dua turnamen superseries beruntun merupakan kredit tersendiri bagi Mulyo, mengingat kiprahnya di India dapat dikatakan baru “seumur jagung.” Mulyo selalu menunjukkan ekspresi yang luar biasa setiap kali Srikanth menghasilkan poin. Saat Srikanth tertinggal, kehilangan fokus, terpuruk, hingga hampir menyerah; tak hentinya Mulyo memberikan motivasi dengan meneriakkan kata-kata penyemangat dari pojok lapangan. Mulyo juga selalu menenangkan Srikanth ketika ia terburu-buru dan membuat kesalahan sendiri. Puncaknya, saat Srikanth menang, Mulyo mengangkat kedua tangannya, pun dengan Srikanth sebelum akhirnya mereka larut dalam pelukan yang penuh rasa bahagia dan bangga. Tak ada jarak antara mereka berdua. Tak tampak bahwa mereka berasal dari negara yang berbeda. Semua lebur dalam kedekatan dan ikatan yang seperti sudah terjalin sangat lama.

Srikanth Kidambi
Sumber: badmintonthaitoday.com

Hal serupa juga Mulyo tunjukkan saat mendampingi Prannoy yang kemudian berhasil mengalahkan Lee Chong Wei dan Chen Long di Indonesia Open. Saat melatih dan mendampingi Praneeth, Mulyo juga memberikan perlakuan dan treatment yang sama hingga ia menjuarai Singapore Open. Pun dengan Ajay Jayaram yang juga ditangani Mulyo turut mendapatkan pola pelatihan dan pendampingan yang sama, begitu pula dengan semua anak didik baru yang “dipegang” Mulyo.

Kehadiran Mulyo di India memang disambut dengan sangat hangat oleh Badminton Association of India (BAI) dan tentunya para pemain tunggal India. Tangan dingin Gopichand sebagai pelatih kepala yang selama ini menangani pebulutangkis India, kini semakin lengkap dengan hadirnya Mulyo. Pola latihan dan mindset baru yang lebih menantang berhasil Mulyo terapkan dan diterima dengan sangat antusias oleh pemain tunggal India. Banyak pemain tunggal yang merasakan perbedaan berarti sejak dilatih Mulyo. Sebut saja Sindhu yang menyatakan bahwa Mulyo sangat mengerti situasi. Menurutnya, di lapangan Mulyo sangat serius bahkan tak jarang marah-marah, namun di luar lapangan Mulyo adalah sosok yang enak dan humoris. Kemampuan Bahasa Inggris Mulyo yang cukup mumpuni juga memperlancar komunikasinya dengan para pemain. Sindhu mengatakan bahwa Mulyo merupakan pendengar yang baik, sehingga para pemain tak sungkan untuk menyampaikan pendapat.

Mulyo menerapkan latihan yang lebih berat dari yang sebelumnya pernah didapatkan pemain tunggal India. Ajay merasakan perbedaan tersebut. Menurutnya, di awal, latihan memang cukup berat, namun hal tersebut mendatangkan efek positif bagi fisik dan permainan di lapangan. Bagi Praneeth, kehadiran Mulyo sangat bagus untuk tim. Menurut Praneeth, Mulyo membuat para pemain berlatih dengan sangat keras hingga tak ada waktu istirahat di antara sesi latihan. Praneeth mengungkapkan porsi latihan yang diterapkan Mulyo memang sangat melelahkan, namun sukses membentuk fisik dan mentalnya. Terbukti saat Singapore Open, Praneeth tak merasa kelelahan meskipun selama tiga hari beruntun bermain tiga game dan bahkan menang.

 

Prospek India di Tokyo 2020

Talenta pemain tunggal India memang sudah cukup mumpuni. Tunggal putri telah terlebih dahulu berprestasi dengan nama besar seperti Saina Nehwal dan rising star, Sindhu. Srikanth pun sebelumnya juga telah berprestasi dengan menjuarai beberapa turnamen, termasuk title superseries di Tiongkok tahun 2014 dan India Open 2015. Ada juga Kashyap Parupalli yang berhasil mempersembahkan medali emas pada ajang Commonwealth Games 2014, di samping gelar GPG yang diraihnya. Adapun Ajay dan Prannoy yang juga beberapa kali tercatat menjuarai turnamen level GP/GPG. Pun dengan Praneeth yang baru saja mendapatkan gelar superseries pertamanya di Singapore Open 2017.

Dengan materi pemain tunggal yang menjanjikan, bukan tidak mungkin India akan bersinar di perhelatan Olimpiade Tokyo 2020. Dan, Mulyo Handoyo berpeluang menciptakan sejarah baru bagi India menyabet medali emas Tokyo 2020. Kiprah India di pesta olahraga akbar olimpiade cabang bulutangkis diawali dengan raihan medali perunggu London 2012 oleh Saina. Empat tahun berselang, tunggal putri India lainnya, Sindhu raih hasil lebih baik dengan persembahkan medali perak. Grafik dan trend positif yang ditunjukkan tunggal putra dan putri India akhir-akhir ini menjadi sinyal yang cukup kuat untuk bisa meraih emas Tokyo 2020.

Mengapa Mulyo berpotensi antar pemain tunggal India raih emas Tokyo 2020? Pertama, Mulyo memang dikontrak hingga akhir tahun 2020. Baik SAI maupun BAI sama-sama memproyeksikan Mulyo untuk “menggembleng” pemain tunggal India agar mampu menyumbangkan emas di Tokyo. Kedua, tak berlebihan jika keberhasilan Mulyo dampingi Taufik Hidayat mendulang emas Athena 2004 juga bisa ia ulang bersama pemain tunggal India yang memang potensial dan prospektif. Memang tidak sesederhana analogi tersebut, namun pola latihan yang dulu diterapkan kepada Taufik juga mulai Mulyo aplikasikan kepada pemain tunggal India. Saat konferensi pers usai laga final Indonesia Open lalu, Mulyo mengungkapkan bahwa program yang dijalankan mirip dengan yang dulu diterapkan pada Taufik dengan standar yang pelan-pelan ia tingkatkan secara bertahap.

Disiplin yang tinggi juga diyakini akan semakin membentuk karakter dan semangat juang pemain. Baru sekitar tiga bulan melatih, terbukti Mulyo sudah berhasil menciptakan all Indian men’s singles final di Singapore Open 2017. Mempertemukan dua pemain di laga final turnamen kelas superseries merupakan hal baru dan yang pertama bagi India. Tak dapat dipungkiri, ada peran Mulyo di balik pencapaian tersebut. Mulyo juga berperan membantu Srikanth membangun kepercayaan diri dan mengembalikan performa terbaiknya hingga menjuarai Indonesia Open dan Australia Open. Selain itu, di bawah Mulyo, tunggal putra India juga tercatat beberapa kali mengalahkan tunggal putra terbaik negara lain, termasuk pemain muda Indonesia yang semuanya “dilibas” pemain India berkali-kali secara beruntun di sejumlah turnamen. Sementara Sindhu, meskipun memang sudah menunjukkan konsistensi performa, namun pengaruh Mulyo tetap tampak jelas di balik title yang didapat Sindhu di India Open Superseries 2017.

Mulyo - Prannoy
Sumber: Badmintalk

Memang terlalu dini menilai kinerja Mulyo dan menaruh harapan yang sangat tinggi kepadanya untuk membantu India menyabet emas Tokyo 2020. Namun, perlu diingat bahwa kini pemain tunggal India sudah mulai “cocok” dengan Mulyo. Masih ada waktu sekitar tiga tahun bagi Mulyo untuk memoles pemain tunggal terbaik India yang rata-rata masih berusia muda, kisaran 21 – 25 tahun, dimana usia mereka saat Tokyo 2020 akan berada pada usia emas. Didukung rekor pertemuan para pemain tunggal India yang cukup bagus melawan jajaran elite dunia lainnya, tidak mustahil jika India akan membukukan sejarah baru dengan menyabet emas olimpiade, bahkan di dua nomor, tunggal putra dan putri. Kita nantikan saja kiprah pelatih dari Indonesia, Mulyo Handoyo bersama tunggal putra dan putri terbaik India. Akankah keputusannya menjatuhkan pilihannya untuk melatih pemain tunggal India membuahkan emas Tokyo 2020? Akankah kita sebagai pecinta dan pendukung bulutangkis Indonesia gigit jari karena nol prestasi pemain tunggalnya dan merelakan Mulyo persembahkan emas bagi India? (WBW/BT)

News