News

Menyoroti Performa Ihsan Maulana Mustofa

By: admin | 2017-03-13 10:54:45


 
 

Tunggal Putra Indonesia
Sumber: Tribunnews

Badmintalk.com – Atlet muda Pelatnas Ihsan maulana mustofa , sedang disorot tajam karena penampilannya menurun. Di beberapa turnamen yang di ikuti tahun 2016 dan awal tahun 2017 ini tidak sebaik musim tahun 2015 lalu di mana dia bisa bermain melaju sampai Quarter Final dan bahkan Final di kelas Grand Prix Gold.

Baru saja kemarin di turnamen tertua di dunia ALL ENGLAND OPEN 2017 kembali terhenti langka permainannya yang hanya samapi di babak Final Qualification, langkahnya itu di hentikan oleh sesama rekannya dari Pelatnas PBSI yaitu Anthony Sinisuka Ginting.  Ya sejatinya statistik permainan asuhan Pelatnas PBSI itu tergolong bagus di musim 2015 dengan meraih Medali Emas Men's Team 28th SEA Games Singapore 2015, Runner up Thailand GPG 2015 dan Gold Medal Badminton Asia Team Championships 2016

Kegagalan-kegagalan yang dialami oleh atlet-atlet tunggal putra Indonesia hampir kurun waktu 10  tahun terakhir ini dalam pertandingan Internasional seperti disebabkan oleh beberapa faktor internal (atlet) dan bisa juga disebabkan faktor eksternal. Secara internal, kegagalan tersebut bisa disebabkan oleh kemampuan atlet itu sendiri yang belum mendukung untuk berkompetisi dengan baik yaitu bisa   disebabkan oleh kemampuan fisik, teknik, taktik, strategi  dan  yang tidak kalah pentingnya adalah faktor yang mempengaruhi prestasi atlet adalah mental bertanding. Faktor psikologis yang mempengaruhi penampilan atlet dalam pertandingan, motivasi berprestasi, konsentrasi, disiplin dan rasa percaya diri dan emosi, kecemasan serta ketegangan. Apalagi permainan bulu tangkis dalam perhitungan pointnya menggunakan sistem rally point dimana setiap terjadi kesalahan maka terjadi point buat lawan. Tentunya sistem perhitungan point tersebut, tentu sangat dibutuhkan konsentrasi dalam setiap pertandingan.

Mungkin begitu pula dengan kondisi yang dialami oleh Ihsan Maulana Mustofa  yang penulis rasakan ketika meliaht hasil hasil pertandingannya atau melihat saat bertanding dilapangan belakangan ini. Atlet binaan pelatnas PBSI ini sering kali terlihat kurang semangat juang dalam pertandingan yang di lakoninya  khususnya ketika menghadapi atlet seangkatan dengannya sehingga terkadang permainan terbaiknya pada waktu pertandingan-pertandingan lalu ataupun saat latihan tidak bisa ditampilkan secara maksimal pada saat-saat pertandingan menentukan.

Awal-awal munculnya sosok Ican, begitulah nama panggilannya, sempat di gadang-gadang akan menjadi pemain the Next Taufik Hidayat namun entah apa yang menderanya sehingga permainannya semakin menurun 2 tahun belakangan ini.

Semoga saja atlet muda pelatnas PBSI ini secepat mungkin menemukan kembali jati dirinya dan bisa bersaing di level dunia sehingga bisa menyambung tongkat estafet legenda legenda bulutangkis Indonesia. (AA/BT)

News