News

Juara All England, Praveen/Melati Cetak Sejarah dan Rekor Baru

By: admin | 2020-03-15 23:54:06


 
 

JUARA
Sumber: Badmintalk

Birmingham, Badmintalk - Kemenangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti atas Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai mencetak sejarah baru. Final Yonex All England 2020 ini menghasilkan juara baru, Praveen/Melati, usai mengalahkan pasangan asal Thailand dengan skor 21-15 17-21 21-8. 

JUARA
Sumber: @badmintalk_com

“Senang sekali. Bangga sekali. Maksudnya, ini adalah cita-cita dan impian sejak dulu masih kecil, siapa sih yang tidak mau juara All England? Semua atlet badminton pun jika ditanya mau juara apa? Pasti jawabannya mau juara All England, Juara Dunia, Olympic. Alhamdulillah bisa terwujud salah satu impian aku”, terang Melati

Ini merupakan gelar pertama Melati di turnamen tertua di dunia itu. Bagi Praveen, ini merupakan gelar kedua usai 2016 lalu Ia berhasil menjuarai turnamen yang sama saat berpasangan dengan Debby Susanto.  Ini merupakan sejarah baru, Praveen menjadi pemain putra Indonesia pertama yang mencapai final ganda campuran All England dengan dua pasangan yang berbeda (Debby Susanto 2016 dan Melati Daeva Oktavianti 2020). 

JUARA
Sumber: @badmintalk_com

“Kalau flashback ya ada flashback manisnya saja sih sama Ci Debby. Saya juga komunikasi dengan Meli, kita coba main enjoy, tapi tidak mau terlalu optimis tapi kita juga tidak mau lengah. Kita mau memberikan yang terbaik di setiap pertandingan, setiap game, dan akhirnya kita dapat hasil yang maksimal”, ujar Praveen.

Gim yang berakhir dalam waktu 1 jam 2 menit ini diwarnai dengan keputusan wasit yang kontroversial. Servis Praveen Jordan beberapa kali dianggap fault karena terlalu tinggi. Hal ini ternyata banyak berakibat pada permainan Praveen/Melati. Di gim kedua sebanyak 4 servis Praveen dianggap fault. Hasilnya, Praveen/Melati tersalip dan akhirnya mengakui keunggulan Dechapol/Sapsiree di gim kedua. 

“Kalau dibilang mengganggu, ya mengganggu. Kalau di set ketiga, saya servisnya langsung beda sekali dari set pertama dan kedua. Makanya saya juga ya sudahlah spekulasi saja. Kalau misalnya difault lagi, saya tidak mengerti lagi”, Imbuh Praveen yang juga menunjukkan ekspresi kecewa.

Hasil ini juga memastikan Praveen/Melati menjadi ganda campuran Indonesia pertama yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 nanti. Dengan raihan gelar ini, poin mereka setidaknya akan menjadi 77487. Hasil ini memastikan Praveen/Melati tidak akan keluar dari 8 besar mengingat Hafiz/Gloria juga berpeluang lolos ke Tokyo 2020.

“Pastinya sebelum Olympic pun masih ada beberapa pertandingan, dan ini juga sedang ditunda. Cuma kita tidak mau langsung memikirkan untuk Olympic, karena masih ada beberapa pertandingan. Jadi step by step saja”, tutup Melati. (VA/BT)

Nantikan perkembangan berita dan informasi langsung dari Birmingham hanya di badmintalk.com! Badmintalk Goes to All England 2020 supported by Indomilk Good to Go.

News