News

Genap Berusia 32, Izinkan Liliyana Natsir Lengkapi Gelarnya

By: admin | 2017-09-09 13:46:21


 
 

Liliyana Natsir won Indonesia Open 2017
Sumber: www.badmintonindonesia.org

9 September 1985, ia lahir di di Sulawesi Utara

Sosok yang kemudian menjadi aset berharga Indonesia

 

Lewat bulutangkis, ia menjelma menjadi atlet kebanggaan bangsa

Lewat bulutangkis, ia menjadi sosok yang kerap mengharumkan nama negara

 

Liliyana Natsir, bagaimana kita tidak bisa berhenti merasa bangga kepadanya

Di usianya yang belum genap 20 tahun, bersama Nova Widianto, ia berhasil menjadi juara dunia tahun 2005

Ia berhasil kibarkan Sang Merah Putih di tempat tertinggi di usianya yang masih muda

Ia mulai menyumbangkan prestasi bagi negeri di usianya yang masih muda

 

Liliyana Natsir, bagaimana kita tidak bisa berhenti mencintainya

Dua tahun berselang, di tahun 2007 ia kembali menyandang predikat juara dunia

Untuk kedua kalinya, ia kembali menyanyikan Indonesia Raya

Masih bersama Nova, ia mengoleksi medali emas keduanya

 

Liliyana Natsir, bagaimana kita tidak bisa terus mendukungnya

Ia pernah merana, ia pun pernah kecewa

Beijing 2008 menjadi ajang olimpiade pertamanya

Berkesempatan menyabet medali emas, bersama Nova, ia kalah dari ganda Korea

Berdiri di podium di tempat kedua, matanya berkaca

Mata berkaca bisa saja karena medali emas yang gagal diraihnya

Mata berkaca bisa saja karena kekecewaannya melihat Sang Merah Putih di tempat kedua

Namun, bangsa Indonesia tetap berterimakasih kepadanya

Medali perak tak jadi mengapa

Medali perak di olimpiade pertamanya tentu sudah merupakan prestasi yang luar biasa

 

Liliyana Natsir, bagaimana kita tidak bisa terus bangga kepadanya

Berbagai macam gelar bergengsi berhasil digapainya

Tak cukup bersama Nova, ia sempat menjadi fenomena ganda putri dunia bersama Vita Marissa

Dengan Tontowi Ahmad pun ia masih bisa terus menunjukkan tajinya

Juara Asia, emas SEA Games, sederet titel Grand Prix Gold dan Superseries (Premier) sukses diraihnya

Dengan siapapun dipasangkan, Liliyana tetap lah Liliyana yang selalu haus akan gelar juara

 

Liliyana Natsir tetap lah manusia biasa

Ia bisa saja berulang kali terpuruk dan kecewa

London 2012 menjadi mimpi buruk baginya

Bersama Tontowi, ia berusaha meraih prestasi yang lebih baik dari olimpiade pertamanya

Namun apa daya, jangankan medali emas, menyamai prestasi olimpiade sebelumnya pun tak berhasil diwujudkannya

Kalah di babak semifinal dari pasangan Tiongkok, Xu Chen/Ma Jin tentu menyakiti hatinya

Kecewa semakin menumpuk ketika bahkan medali perunggu pun gagal direbutnya

Tentu berat baginya untuk pulang dengan tanpa hampa

Di saat kita kecewa, ia jauh lebih kecewa

Sempat terlintas di pikirannya untuk mengakhiri karirnya

Namun, bukan lah Liliyana Natsir jika ia menyerah begitu saja

Untuk Indonesia, ia terus berupaya mengibarkan asanya

 

Kegagalan di London 2012 nyatanya justru semakin menguatkannya

Tahun 2013, ia kembali berhasil meraih gelar All England untuk kedua kalinya

Tahun 2013, ia kembali berhasil menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya

 

Liliyana Natsir pun masih lekat dengan kegagalan dan kekecewaan yang terus menempa karakter dan mental juaranya

Asian Games 2014 menjadi ajang dimana ia kembali kecewa

Zhang Nan/Zhao Yunlei dari Tiongkok memupuskan harapannya

Harapan medali emas pertamanya di pesta olahraga terbesar Asia tersebut, gagal diraihnya

Tahun 2015, ia kembali kecewa

Awalnya ia berpeluang besar melaju ke babak final Kejuaran Dunia

Namun, di babak semifinal Zhang/Zhao kembali menghentikan langkahnya

Ia hanya meraih medali perunggu di kandang sendiri

Ia harus puas berdiri di tempat ketiga di hadapan publik sendiri

 

Sepanjang 2015, tak satu pun gelar Superseries diraih Liliyana

Ia pun diragukan meraih medali emas Rio 2016 sebagai olimpiade ketiganya

Performanya menurun dan terus dibayang-bayangi Zhang/Zhao sebagai musuh bebuyutannya

Benar saja, draw Rio 2016 pun memberikan peluang baginya untuk kembali bertemu lawan sejatinya

Kembali menghadapai Zhang/Zhao di babak semifinal, publik meragukan Tontowi/Liliyana

Di luar dugaan, Tontowi/Liliyana mampu menang dengan mudahnya

Di babak final, Tontowi/Liliyana sukses mengalahkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dari Malaysia

Misi telah terlaksana

Target terbesar dalam karir Liliyana berhasil dipenuhinya

Medali emas olimpiade telah berhasil diraihnya

Mengibarkan bendera Merah Putih di pesta olahraga terbesar dunia telah diwujudkannya

Di kejuaraan level tertinggi, ia sukses menyanyikan lagu Indonesia Raya

Matanya pun berkaca-kaca sebagai wujud haru, bahagia, dan bangga

Pun dengan seluruh rakyat Indonesia yang turut bangga kepadanya

 

Tahun 2017 kembali menjadi tahun yang cukup bersahabat bagi Liliyana

Tak ada kecewa lagi, yang ada hanya bahagia dan bangga

Bagaimana tidak, ia sukses menjuarai turnamen Superseries yang selama ini sangat diinginkannya

Bersama Tontowi, Liliyana berhasil menjadi kampiun Indonesia Open di hadapan rakyat Indonesia

Tak hanya itu, ia kembali menjadi juara dunia untuk keempat kalinya

Liliyana pun menjadi pemain putri di nomor ganda campuran yang paling banyak menjuarai Kejuaraan Dunia

Tak hanya itu, Liliyana juga menjadi pebulutangkis Indonesia yang paling banyak mengoleksi gelar juara dunia

Liliyana Natsir, tak hentinya ia mengharumkan bangsa dan negara

 

Tepat hari ini, 9 September 2017, Liliyana Natsir genap berusia tiga puluh dua

Lebih dari satu dekade, ia menjadi legenda bulutangkis dunia

Lebih dari satu dekade, ia menjadi maestro bulutangkis Indonesia

Emas olimpiade telah diraihnya

Juara dunia telah empat kali disandangnya

Juara Asia sudah dua kali digapainya

Gelar All England telah tiga kali dikoleksinya

Emas SEA Games telah beberapa kali disumbangkannya

Sederet gelar Grand Prix Gold dan Superseries (Premier) juga telah dikoleksinya

Tinggal satu gelar besar yang belum dicapainya

Tinggal satu medali emas yang belum berhasil disumbangkannya untuk Indonesia

Ya, medali emas Asian Games kini menjadi target besarnya

Asian Games 2018 yang bakal dihelat di Indonesia semoga menjadi momen terbaik bagi Liliyana

Di kandang sendiri, kita doakan Liliyana memenuhi harapannya yang mungkin saja menjadi target terakhirnya

Saat Asian Games tahun depan, ia masih berusia 32 dan akan segera beranjak ke usia selanjutnya

Semoga medali emas Asian Games menjadi kado terindah di usianya yang ke-33

Dengan doa dan dukungan rakyat Indonesia, semoga Tuhan mengizinkan Liliyana lengkapi gelarnya

Semoga Tuhan bantu Liliyana persembahkan medali emas Asian Games di hadapan rakyat Indonesia

 

Tontowi/Liliyana won Rio 2016
Sumber: www.pbdjarum.org

 

Akhir kata

Selamat hari lahir, Liliyana

Selamat hari lahir, legenda Indonesia

Selamat hari lahir, pahlawan olahraga bangsa

Terimakasih atas segala prestasi yang telah kau sumbangkan untuk Indonesia

Terimakasih atas integritas yang telah kau dedikasikan untuk negara tercinta

Semoga Tuhan selalu memberkati setiap langkahmu

Semoga Tuhan kabulkan setiap doa dan harapanmu

(WBW/BT)

News